Wisata Alam Saudi Setelah Umroh Dari Pegunungan Abha Hingga Laut Merah
Iqbal
24 Juni 2026
Saudi bukan hanya gurun dan kota suci. Setelah menjalankan ibadah umroh, jamaah mandiri juga bisa mengenal sisi alam Saudi yang sangat beragam, mulai dari pegunungan Abha, lembah hijau Aseer, udara sejuk Taif, lanskap batu AlUla, hingga pesisir Laut Merah seperti Jeddah, Yanbu, dan The Red Sea.
Wisata alam Saudi setelah umroh cocok untuk jamaah yang ingin pengalaman lebih luas, tetapi tetap harus direncanakan dengan hati-hati. Ibadah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan wisata alam sebaiknya menjadi tambahan setelah rangkaian ibadah selesai.
Sebagai super app muslim Indonesia karya anak bangsa, Umrona membantu jamaah menyusun itinerary umroh mandiri plus wisata alam Saudi dengan lebih aman, realistis, dan sesuai kondisi jamaah.
Kenapa Wisata Alam Saudi Menarik Setelah Umroh?
Banyak jamaah Indonesia masih membayangkan Saudi sebagai wilayah gurun saja. Padahal, Saudi memiliki destinasi alam yang beragam.
Beberapa contohnya:
Pegunungan Abha dan Aseer
Udara sejuk Taif
Lanskap heritage AlUla
Pesisir Laut Merah Jeddah
Yanbu untuk wisata laut
The Red Sea untuk pengalaman premium
Edge of the World dekat Riyadh
Visit Saudi menggambarkan Aseer sebagai destinasi dengan puncak sejuk Abha, heritage villages, dan lembah hijau di barat daya Saudi. Ini menunjukkan bahwa Saudi memiliki variasi alam yang bisa menjadi add-on perjalanan setelah ibadah.
1. Abha dan Aseer: Pegunungan Sejuk Saudi
Abha dan Aseer cocok untuk jamaah yang ingin udara sejuk, pemandangan pegunungan, dan pengalaman alam yang berbeda. Visit Saudi menampilkan Abha Dam Lake sebagai tempat tenang dengan temperatur moderat dan angin sejuk.
Destinasi ini cocok untuk:
Jamaah muda
Keluarga yang fit
Pasangan
Jamaah yang suka alam
Jamaah dengan durasi lebih panjang
Namun, Abha dan Aseer perlu itinerary khusus karena lokasinya tidak berada di rute utama umroh.
2. Taif: Wisata Sejuk Dekat Makkah
Taif lebih mudah digabungkan dengan itinerary umroh karena jaraknya lebih dekat dengan Makkah dibanding Abha atau Aseer. Taif cocok untuk jamaah yang ingin wisata ringan setelah umroh tanpa terlalu banyak pindah kota.
Taif bisa menjadi pilihan untuk:
Keluarga
Pasangan
Jamaah yang ingin day trip
Jamaah yang ingin suasana pegunungan
Jamaah yang ingin city of roses Saudi
3. AlUla: Lanskap Batu dan Heritage Alam
AlUla menawarkan kombinasi alam dan sejarah. Lanskap batu gurun, oasis, Hegra, Old Town, dan Elephant Rock membuat AlUla cocok untuk jamaah yang ingin pengalaman Saudi yang ikonik.
Namun, AlUla membutuhkan waktu khusus. Jangan memasukkan AlUla dalam itinerary terlalu pendek.
4. Yanbu: Laut Merah yang Lebih Santai
Yanbu adalah destinasi pesisir Saudi di Laut Merah. Visit Saudi menyebut Yanbu sebagai diving capital di Laut Merah, dengan coral reefs, beaches, dan marine adventures.
Yanbu cocok untuk:
Jamaah yang suka laut
Keluarga
Jamaah yang ingin relaksasi
Jamaah yang punya waktu tambahan
Jamaah yang ingin pengalaman pesisir Saudi
Jika ingin aktivitas diving, pastikan operator, keselamatan, dan kondisi fisik jamaah sudah diperhatikan.
5. The Red Sea: Wisata Laut Premium
The Red Sea cocok untuk jamaah yang ingin pengalaman wisata laut premium. Red Sea Global menyebut The Red Sea sebagai destinasi regenerative tourism di pesisir barat Saudi dengan pengembangan pariwisata yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas.
Destinasi ini cocok untuk jamaah yang memiliki budget dan durasi lebih panjang.
6. Jeddah: Pesisir Laut Merah yang Mudah Diakses
Jeddah cocok untuk jamaah yang ingin wisata alam ringan, terutama jika pulang melalui Bandara Jeddah. Visit Saudi menggambarkan Jeddah sebagai destinasi pesisir dengan pantai, sejarah, shopping, fine dining, dan pengalaman Laut Merah.
Jeddah bisa menjadi pilihan paling praktis untuk city tour setelah umroh.
Contoh Itinerary Wisata Alam Saudi Setelah Umroh
Durasi Tambahan | Destinasi Cocok | Catatan |
1 hari | Jeddah atau Taif | Cocok untuk jamaah dengan waktu terbatas |
2–3 hari | Taif + Jeddah | Masih relatif ringan |
3–4 hari | AlUla atau Yanbu | Perlu rute khusus |
4–5 hari | Riyadh + Edge of the World | Cocok untuk wisata alam dan kota |
5 hari ke atas | Abha/Aseer atau The Red Sea | Perlu itinerary matang |
Tips Memilih Wisata Alam Setelah Umroh
Selesaikan ibadah utama terlebih dahulu.
Jangan memasukkan terlalu banyak destinasi.
Sesuaikan dengan kondisi jamaah.
Perhatikan cuaca.
Hitung transportasi antar kota.
Booking hotel lebih awal.
Siapkan dana cadangan.
Hindari jadwal terlalu mepet.
Pilih destinasi sesuai durasi.
Konsultasikan itinerary sebelum booking.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum:
Wisata alam terlalu banyak sebelum umroh
Tidak menghitung waktu tempuh
Tidak cek transportasi
Tidak menyesuaikan kondisi lansia
Tidak membawa perlengkapan yang sesuai
Tidak cek hotel
Terlalu mepet dengan kepulangan
Tidak menghitung budget tambahan
Kesimpulan
Wisata alam Saudi setelah umroh bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Jamaah bisa melihat sisi Saudi yang lebih luas, mulai dari pegunungan Abha, Aseer, Taif, AlUla, Yanbu, Jeddah, hingga The Red Sea.
Namun, semua harus disusun dengan prinsip ibadah dulu, wisata kemudian. Itinerary harus realistis, transportasi jelas, hotel aman, dan kondisi jamaah tetap menjadi prioritas.
Umrona hadir sebagai super app muslim Indonesia karya anak bangsa untuk membantu jamaah menyusun umroh mandiri plus wisata alam Saudi dengan lebih aman dan terarah.
Ingin membuat itinerary umroh plus wisata alam Saudi? Konsultasi gratis bersama Umrona sekarang.



