Menhaj Cek Kesiapan Arafah Jelang Armuzna, Pastikan Layanan Setara Dan Fasilitas Lansia Siap

Menhaj Cek Kesiapan Arafah Jelang Armuzna, Pastikan Layanan Setara Dan Fasilitas Lansia Siap

Iqbal

25 Mei 2026

Makkah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf meninjau langsung kesiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia di kawasan Arafah menjelang puncak ibadah haji di Armuzna. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas utama, mulai dari tenda, konsumsi, toilet, klinik, hingga pengaturan jemaah, siap digunakan secara layak, tertib, dan merata.

Dalam kunjungan bersama rombongan Amirul Hajj, Menhaj menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang sama tanpa adanya penguasaan fasilitas oleh kelompok tertentu. Ia menyebutkan, seluruh temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu kenyamanan jemaah saat puncak haji berlangsung.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat yang layak dan nyaman. Semua temuan akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Menhaj.

Salah satu perhatian utama dalam pengecekan tersebut adalah kapasitas tenda jemaah. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya selisih antara kapasitas yang seharusnya tersedia dengan jumlah tempat yang benar-benar siap digunakan. Pada salah satu tenda, misalnya, kapasitas yang direncanakan untuk 350 jemaah hanya tersedia sekitar 332 tempat.

Menhaj menegaskan, pengecekan akan dilakukan secara rinci agar tidak ada jemaah yang kekurangan tempat istirahat, terutama saat seluruh jemaah mulai bergerak menuju Arafah dan Mina.

“Kami akan hitung semuanya secara manual dan detail. Jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat,” tegasnya.

Selain tenda, kesiapan konsumsi juga menjadi fokus pemeriksaan. Menhaj bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau gudang penyimpanan makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) yang disiapkan untuk jemaah selama berada di kawasan Armuzna.

Dalam pengecekan tersebut, perhatian diberikan pada kebersihan tempat penyimpanan, kualitas makanan, serta kesiapan distribusi. Beberapa menu khas Indonesia, termasuk rendang daging, turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

“Yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” kata Menhaj saat meninjau gudang makanan.

Fasilitas sanitasi juga tidak luput dari perhatian. Rombongan meninjau langsung kondisi toilet darurat, termasuk aliran air dan kelayakan penggunaannya. Menurut Menhaj, rasio toilet di Arafah saat ini masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jemaah. Meski belum ideal, fasilitas yang ada akan dimaksimalkan untuk melayani jemaah selama puncak haji.

“Toilet memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” ujarnya.

Kemenhaj juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi agar ke depan jumlah fasilitas sanitasi dapat ditambah, sehingga pelayanan kepada jemaah semakin baik, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj menegaskan bahwa seluruh pengaturan tenda, pembagian kloter, serta pergerakan jemaah berada di bawah kendali Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH. Karena itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU diminta tidak melakukan pengaturan mandiri di area tenda.

“Seluruh pengaturan dilakukan terpusat oleh PPIH agar layanan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak juga menegaskan bahwa pihaknya telah menertibkan berbagai identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi di area tenda Arafah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya klaim atau penguasaan tenda oleh kelompok tertentu.

“Tidak boleh ada tenda yang didominasi untuk kepentingan kelompok tertentu,” tegas Dahnil.

Ia menambahkan, KBIHU yang terbukti melakukan penguasaan tenda atau mengganggu sistem pengaturan resmi akan mendapatkan tindakan tegas. Menurutnya, seluruh jemaah memiliki hak yang sama untuk memperoleh tempat dan layanan selama berada di Arafah maupun Mina.

Peninjauan ini turut diikuti oleh jajaran Amirul Hajj, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, tokoh masyarakat Yusuf Hamka, serta jajaran Musyrif Diny.

Menhaj memastikan, dalam beberapa hari ke depan, tim PPIH akan terus bergerak menyelesaikan berbagai kekurangan teknis di lapangan, baik di Arafah maupun Mina.

“Hari ini dan beberapa hari ke depan, kami akan terus bekerja keras memastikan semua siap,” tutup Menhaj.

#umrona
#umroh
#umrohmandiri
#haji
#arrafah
#menhaj
#kementrian haji
#haji2026
#haji1447h
#visa
#visahaji
#visaonline

اقرأ مقالات أخرى